Manfaat di Balik Kerja Praktek

2009-10-08,

Akan sangat lumrah bila berbagai pertanyaan mencuat di kepala seorang mahasiswa jurusan teknik kimia tentang mata kuliah kerja praktek di suatu perusahaan, bentuk pertanyaan tersebut bisa saja berbunyi: “Apa saja yang akan dipelajari dan diperoleh dari kerja praktek?”, “Apa saja manfaat yang ada di balik kerja praktek?”, “Mengapa ada kerja praktek di dalam kurikulum?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seharusnya terjawab setelah kerja praktek tuntas dijalani dan bisa saja dituangkan ke dalam laporan yang dibuat pasca kerja praktek.

Adalah Adri Alfonso Kristian, seorang mahasiswa jurusan Teknik Kimia ITB angkatan 2006, yang menambahkan satu bab khusus yang berisi tentang manfaat kerja praktek (KP) dalam lembaran laporan kerja prakteknya. Pria kelahiran Bogor, 9 Desember 1988 ini menghabiskan periode kerja prakteknya di PT. Chandra Asri, Cilegon. Dalam tulisannya, pria yang juga berdomisili di kota Bogor ini memaparkan manfaat-manfaat KP yang didapatkannya selama 1 bulan periode kerja praktek di perusahaan tersebut dalam berbagai aspek. Satu bab khusus ini memang membuat laporan KP yang ia buat berbeda dari kebanyakan laporan KP lainnya yang hanya sekedar memaparkan berbagai proses yang ada di perusahaan.

Berikut adalah manfaat keja praktek yang ia tulis pada bab IX laporannya.

Manfaat Kerja Praktek


Selama periode kerja praktek di PT. Chandra Asri, penulis telah mendapatkan banyak manfaat dalam bentuk peningkatan kemampuan berupa pemahaman-pemahaman baru yang berkaitan dengan ilmu teknik kimia maupun mental kerja sebagai insinyur proses.


Pemahaman Ilmu Teknik Kimia

Pemahaman-pemahaman baru tentang ilmu teknik kimia yang didapat penulis selama periode kerja antara lain meliputi:

1. Pemahaman dasar tentang bagian-bagian apa saja yang secara prinsip menyusun sebuah pabrik kimia : pengolahan bahan baku, reaktor, pemisahan dan pemurnian, recovery bahan baku, sistem pengendalian, sistem utilitas, dan pengolahan limbah.

2. Bentuk-bentuk, dimensi-dimensi, dan jenis-jenis peralatan proses yang umum ditemui dalam industri kimia dan kegunaan-kegunaannya: seperti kolom-kolom distilasi, reaktor, kolam pengolahan limbah cair, pompa, kompresor, heat exchanger, tangki penyimpanan, sistem perpipaan, dan lain-lain.

3. Sifat dan penanganan bahan-bahan kimia yang dijumpai di sebuah industri kimia. Termasuk di dalamnya antara lain adalah cara, alat, dan kondisi penanganan dan penyimpanan bahan-bahan seperti gas (etilen, hidrogen), cairan organik (isobutana, heksana), dan bahan-bahan beracun seperti logam (katalis) dan cairan berbahaya (ko-katalis).

4. Cara-cara pemilihan spesifikasi (dimensi, jenis, material, konfigurasi) dari alat (conveyor/piping, heat exchanger, valve, reaktor, alat pemisahan, storage tank, dan lain-lain) berdasarkan kondisi operasi (temperatur, tekanan, fasa, dan komposisi bahan yang masuk dan keluar).

5. Cara-cara pemilihan rentang kondisi operasi (seperti disebutkan di atas) berdasarkan target operasi.

6. Teori proses polimerisasi (khususnya polimerisasi etilen) dan aplikasinya dalam skala industri.

7. Prosedur standar keselamatan di pabrik kimia, termasuk perlengkapan keselamatan standar, bahaya dari alat-alat dan bahan-bahan kimia, prosedur evakuasi bencana, pencegahan kebakaran, penempatan alat-alat darurat, dan lain-lain.


Kemampuan Kerja Sebagai Insinyur Proses

Selama periode kerja praktek, penulis telah berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja dalam bidang teknik kimia dalam lingkungan pekerjaannya sehari-hari. Pengalaman ini memberi tambahan ilmu-ilmu baru mengenai hal-hal nyata yang dilakukan seorang insinyur proses dalam lingkungan industri kimia seperti:

1. Optimasi proses untuk menghasilkan produk sesuai spesifikasi yang diinginkan (konversi, selektivitas, sifat fisik) dengan cara mengubah-ubah kondisi operasi (komposisi umpan, temperatur, tekanan, laju alir).

2. Analisis efisiensi suatu alat tertentu dalam rangkaian peralatan proses seperti heat exchanger, kolom distilasi, dan turbin.

3. Cara pengendalian proses kimia dengan sistem komputer terpusat dari suatu control room menggunakan pengaturan dari tombol-tombol yang ada.


Mental Sebagai Calon Insinyur Proses

Kerja praktek juga telah membentuk penulis dari segi mental dan perilaku sebagai mahasiswa teknik kimia yang merupakan calon insinyur proses. Penulis antara lain dalam pemikirannya saat ini memiliki:

1. Cara pandang baru terhadap materi-materi yang selama ini diajarkan di kuliah, yaitu bahwa pada prinsipnya tiap mata kuliah yang diajarkan merupakan satu segmen tertentu yang kemudian dirangkaikan untuk mencapai tujuan utama, yaitu membuat suatu rangkaian proses kimia dalam skala industri alias pabrik kimia.

2. Pengetahuan mengenai manfaat-manfaat nyata pada dunia industri dari setiap mata kuliah yang diajarkan seperti sistem utilitas, proses pemisahan, perpindahan kalor, teknik reaksi kimia, dan lain-lain.

3. Motivasi untuk mencari ilmu-ilmu baik di saat kuliah maupun melalui media lain, yang sekiranya akan dibutuhkan jika bekerja di lingkungan industri, karena telah mendapat gambaran ilmu-ilmu seperti apa saja yang akan dibutuhkan itu.

4. Peningkatan kemampuan untuk membuat asosiasi dan jika mendengar istilah-istilah umum dalam dunia teknik kimia seperti safety pressure valve, nozzle, suction/discharge pressure, laju produksi, kompresi, high steam, PN, dan lain-lain.

5. Pola pikir untuk membuat rangkaian analisis dan metode penanganan yang harus ditempuh jika diberikan suatu persoalan teknik kimia.

6. Cara-cara berinteraksi dengan para pekerja lain di lingkungan industri seperti atasan, HRD, satpam, teknisi, office boy, dan sesama insinyur proses.

Lain-lain
Begitu banyak manfaat dan pengembangan diri yang diperoleh dari kerja praktek sehingga secara pribadi penulis menganggap bahwa mata kuliah TK4090 – Kerja Praktek adalah mata kuliah yang paling banyak memberikan ilmu, pengalaman, dan pembelajaran bagi penulis dibandingkan dengan semua mata kuliah yang pernah diikuti.



BERITA LAIN:

1. Tim Mondialogo Teknik Kimia UGM Berhasil Duduki 30 Finalis MEA
2. Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Jurusan Teknik Kimia FT UGM periode Agustus 2009
3. Memberdayakan Masyarakat Melalui Teknologi Tepat Guna
4. Waste Refinery, Optimasi Konversi Limbah menjadi Produk Berkualitas untuk Masyarakat Berkelanjutan
5. Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Jurusan Teknik Kimia FT UGM periode Mei 2009