Tim Mondialogo Teknik Kimia UGM Berhasil Duduki 30 Finalis MEA

2009-09-05,

Baru-baru ini pihak Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM memberikan selamat atas keberhasilan 4 mahasiswanya mencapai 30 finalis dalam suatu kompetisi yang melibatkan young engineer dari seluruh penjuru dunia, mewakili UGM. Berita menggembirakan sekaligus menjadi prestasi yang mengagumkan dari para mahasiswa Teknik Kimia UGM ini lahir dari kompetisi yang bernama Mondialogo Engineering Award (MEA). Kompetisi ini diselenggarakan atas inisiatif UNESCO yang bekerja sama dengan Daimler dalam usahanya memajukan masyarakat dunia melalui dialog antarbudaya, saling memahami dan pertukaran ide di antara masyarakat muda dunia.

Sebanyak 932 ide proyek dari 94 negara tercatat pada tahun ini dan memecahkan rekor jumlah partisipan di MEA, lebih banyak 123 ide proyek dari MEA tahun sebelumnya. India, Iran dan USA menjadi negara yang paling banyak mendaftarkan ide proyeknya. Sementara itu sebanyak 28 negara lolos sebagai 30 finalis. USA mendominasi dengan 12 ide proyek lolos, diikuti oleh India dengan 8 ide proyek. Indonesia sendiri menyumbangkan putra-putri terbaiknya dalam 30 finalis melalui UGM, Universitas Andalas dan Universitas Udayana.

Tim UGM ini terdiri dari mahasiswa Teknik Kimia, yaitu Benny, Annisa W. Utami, Annisa Sekar Palupi (2006), M. Awqi Gibran (2007) yang bekerja sama dengan mahasiswa Chalmer University, Swedia, yaitu Muhammad Mufti Azis, Linus Helming, Macus Hogberg. Adanya negara berkembang dengan negara maju dalam satu tim menjadi hal mutlak dalam kompetisi ini. Karena tujuan proyek yang diusung harus mendukung 8 Millenium Development Goals (MDGs), terutama sustainable development, maka dengan proyek berjudul Zero Waste Production System in Small/Medium Industrial Cluster, mereka membentuk kawasan industri terpadu di mana limbah suatu industri bisa diolah di industri lain. Implementasi proyek ini sebenarnnya merupakan lanjutan proyek dari Chemical Engineering Alliance and Innovation Center (ChAIN Center) yang sudah ada di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Di sana sudah terdapat UKM distilasi minyak cengkeh dengan konsep zero waste. Pengembangan akan terus dilakukan ke kabupaten lainnya melalui penawaran kerjasama dengan pemerintah kabupaten setempat.

Seluruh finalis ini nantinya akan dipertemukan dan berkompetisi kembali untuk memperebutkan 10 besar (winning team) melalui Mondialogo Symposium pada tanggal 6-9 November 2009 di Stuttgart (Jerman), di mana mereka akan memperebutkan Gold awards €15,000, Silver €10,000 dan Bronze €5,000. Pada tahun ini, total €300,000 akan digelontorkan sebagai dana realisasi ide proyek. “Kami merencanakan untuk mewakilkan Benny, walaupun begitu diharapkan seluruh anggota tim tetap dapat ikut serta dalam Symposium”, ujar Awqi. Saat ini mereka sedang merencanakan sebuah proposal sponsorship yang ditujukan untuk berbagai instansi, seperti perusahaan, kementrian, dekanat serta rektorat untuk memperoleh dukungan atas perjuangan mereka. Menurut tim ini, mereka lolos ke final karena mengusung tema yang unik dan cakupan yang cukup luas, yaitu pengelolaan limbah untuk dapat mendukung sustainable development, penggunaan resource yang mendukung lingkungan sekitar industri serta mengangkat isu gender, yaitu melibatkan ibu-ibu rumah tangga pada industri sabun sehingga menjadi poin plus bagi tim ini. Hal lain yang dinilai dari seleksi MEA ini adalah komunikasi intern tim dan antar tim. Selama ini mereka berkomunikasi melalui jaringan internet, lebih tepatnya melalui instant messenger, paling tidak 1 bulan sekali. Akan tetapi, mereka mengaku belum pernah bertatap muka secara langsung sehingga pada symposium nantinya dapat menjadi event yang mempertemukan mereka secara langsung.

Pada tahun sebelumnya (2007/2008), Jurusan Fisika Teknik melalui Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase) mengusung proyek berjudul Development of Sustainable Power and Water Supply for Remote Areas and Disaster Response and Reconstruction in Indonesia, juga berhasil mencapai 30 finalis MEA dengan menggandeng Curtin University of Technology, Bentley, Australia.

Mari kita doakan dan dukung mereka untuk meraih gold award sekaligus kembali mengharumkan nama UGM dan Indonesia di kancah internasional. Good luck guys!

Futher info: www.mondialogo.com   [by Satria G.N]




BERITA LAIN:

1. Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Jurusan Teknik Kimia FT UGM periode Agustus 2009
2. Memberdayakan Masyarakat Melalui Teknologi Tepat Guna
3. Waste Refinery, Optimasi Konversi Limbah menjadi Produk Berkualitas untuk Masyarakat Berkelanjutan
4. Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Jurusan Teknik Kimia FT UGM periode Mei 2009
5. Little Souvenir from JAYSES 2008